Usai Banjir Mematikan, Vietnam Kini Terancam Topan Verbena

Usai Banjir Mematikan, Vietnam Kini Terancam Topan Verbena

LACI BERITA – Dalam beberapa hari terakhir, bagian selatan-tengah Vietnam dilanda banjir bandang hebat bencana yang disebut-sebut sebagai salah satu paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut. Hingga laporan terakhir, setidaknya 98 orang tewas dan 10 lainnya dinyatakan hilang.

Dampak fisik dari banjir sangat besar: lebih dari 202.000 rumah dilaporkan terendam dan lebih dari 400 rumah di antaranya rusak atau hancur total. Infrastruktur, jalur transportasi, serta fasilitas publik banyak yang rusak. Secara ekonomi, kerugian diperkirakan mencapai sekitar VNĐ 13,08 triliun (sekitar US$ 496–645 juta).

Wilayah paling terdampak termasuk provinsi Đắk Lắk dan Khánh Hòa yang turut menyumbang korban jiwa terbanyak. Masyarakat dan pihak berwenang tengah berupaya melakukan evakuasi, pembersihan lumpur dan puing, serta mendirikan shelter darurat.

Namun kondisi masih sulit: banyak rumah hancur, akses ke desa terpencil tertutup, dan potensi dampak jangka panjang terhadap mata pencaharian terutama petani dan penggemukan ternak sangat besar.

Ancaman Baru: Topan Verbena Mengintai

Di tengah upaya pemulihan dari banjir besar, Vietnam kini kembali dihadapkan pada potensi bencana baru yaitu topan Verbena.

Topan Verbena dilaporkan telah memasuki Laut China Selatan pada 26 November 2025. Para meteorolog memperkirakan sistem badai ini akan menguat saat melintasi perairan terbuka, dan kemungkinan besar akan bergerak ke arah barat menuju wilayah selatan‑tengah Vietnam area yang baru saja dilanda banjir.

Diperkirakan hujan lebat akan mulai mengguyur sejak sekitar tanggal 28 November 2025. Kondisi ini memantik kekhawatiran besar akan terjadinya longsor, banjir bandang ulang, dan kerusakan lebih lanjut terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sudah rusak dan rentan.

Menurut otoritas setempat, topan ini merupakan badai ke-15 yang terbentuk di Laut China Selatan sepanjang 2025 menandakan bahwa 2025 adalah salah satu tahun dengan aktivitas badai paling tinggi dalam tiga dekade terakhir (setelah 2017).

Upaya Darurat & Waspada dari Pemerintah

Menanggapi ancaman Verbena, militer dan otoritas keamanan di bawah komando Military Region 5 telah menggelar pertemuan darurat pada 25 November.

Kolonel Phan Đại Nghĩa Wakil Komandan dan Kepala Staf memerintahkan penghentian aktivitas non‑esensial dan mempersiapkan pasukan serta peralatan untuk tanggap cepat. Tim tanggap darurat telah dikirim ke tiga provinsi paling terdampak: Gia Lai, Đắk Lắk, dan Khánh Hòa.

Selain itu, unit Penjaga Perbatasan telah diberi instruksi untuk berkoordinasi dengan otoritas lokal terutama untuk mengamankan kapal dan aktivitas di laut, serta memberi peringatan jalur badai kepada operator kapal dan pelaut.

Pemerintah juga menekankan pentingnya belajar dari kekurangan respons terhadap banjir sebelumnya dengan memperkuat kesiapsiagaan, mempertebal komunikasi darurat, serta memperketat evakuasi dan proteksi terhadap warga rentan.

Risiko Tambahan & Implikasi bagi Warga

Kombinasi dari dampak banjir sebelumnya dengan potensi hujan deras dari topan membuat situasi di Vietnam sangat genting. Beberapa risiko utama:

  • Tanah longsor & banjir bandang ulang tanah sudah jenuh, banyak area dengan kemiringan atau bekas longsor, sehingga sedikit hujan deras bisa memicu longsor baru.
  • Rendahnya daya tahan rumah & infrastruktur banyak rumah sudah rusak atau lemah struktur; jembatan dan jalan yang tergerus dapat putus akses transportasi dan bantuan.
  • Krisis kemanusiaan & kesehatan air banjir dapat tercemar, suplai air bersih terganggu; risiko penyakit dan sanitasi meningkat.
  • Pengungsian massal & beban ekonomi warga kehilangan rumah, lahan usaha; biaya pemulihan dan rekonstruksi bisa membengkak.
  • Tekanan pada layanan darurat & logistik tim penyelamat, medis, dan distribusi bantuan bisa kewalahan jika badai menghantam saat respons banjir belum selesai.

Dengan demikian, topan Verbena bisa memperburuk krisis dari bencana ke bencana jika tidak ada mitigasi cepat dan efektif.

Gambaran Global & Signifikansi Regional

Situasi di Vietnam ini menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim dan cuaca ekstrem bisa menghasilkan bencana bertingkat (compound disasters): banjir hebat diikuti potensi topan dalam selang waktu yang sangat dekat.

Tahun 2025 sendiri disebut sebagai salah satu tahun dengan aktivitas badai paling tinggi di Laut China Selatan dalam 30 tahun terakhir. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dan mitigasi bencana yang terintegrasi meliputi evakuasi cepat, pembangunan hunian tahan bencana, pelayanan darurat yang siap siaga, serta koordinasi pemerintah‑komunitas.

Back To Top