UNM Latih BUMDes Mattiro Uleng Pangkep Kelola Keuangan Digital

UNM Latih BUMDes Mattiro Uleng Pangkep Kelola Keuangan Digital

LACI BERITA – Upaya digitalisasi dan peningkatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus digalakkan, terutama di wilayah kepulauan. Kali ini, tim dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan fokus memberikan pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital Buku Warung kepada pengurus BUMDesa di Desa Mattiro Uleng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Kegiatan yang berlangsung intensif pada awal Desember 2025 ini bertujuan untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi BUMDesa Mattiro Uleng, yaitu pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual dan belum terstruktur dengan baik. Desa Mattiro Uleng, yang dikenal sebagai sentra penghasil olahan tangkap ikan dan rumput laut, memiliki potensi bisnis yang besar, namun kendala dalam manajemen keuangan seringkali menjadi hambatan dalam pengembangan usaha dan akses ke sumber pendanaan formal.

Mendorong Transparansi Melalui Digitalisasi

Ketua tim PkM UNM, [Nama Ketua Tim, jika tersedia, atau sebut saja Dr. Hidayat (sebagai contoh inisiasi)], menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak BUMDesa Mattiro Uleng untuk bertransformasi di era digital.

“BUMDesa Mattiro Uleng memiliki potensi ekonomi maritim yang luar biasa. Namun, tanpa pencatatan yang sistematis dan transparan, sulit bagi mereka untuk mengukur kesehatan finansial usaha, apalagi meyakinkan investor atau bank untuk mendapatkan modal tambahan,” jelasnya dalam sesi pembukaan pelatihan.

Ia menambahkan, pemilihan aplikasi Buku Warung didasarkan pada kemudahan penggunaan antarmuka (user-friendly) yang dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aplikasi ini memungkinkan pencatatan transaksi penjualan, pembelian, utang-piutang, hingga pembuatan laporan keuangan sederhana yang bisa diakses langsung melalui smartphone.

Kurikulum Pelatihan yang Komprehensif

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada instalasi aplikasi, tetapi juga mencakup serangkaian materi penting lainnya:

  1. Pengenalan Prinsip Akuntansi Sederhana: Memahami konsep dasar aset, liabilitas, dan ekuitas yang relevan bagi BUMDesa.
  2. Input Transaksi Harian: Praktik langsung mencatat semua transaksi tunai maupun kredit yang terjadi dalam unit-unit usaha BUMDesa.
  3. Manajemen Utang Piutang: Mengoptimalkan fitur pengingat utang pada aplikasi untuk mengurangi risiko kerugian akibat piutang macet.
  4. Pembuatan Laporan Keuangan: Cara menghasilkan laporan laba-rugi bulanan dan buku kas secara otomatis, yang menjadi syarat penting untuk pengajuan permodalan.

Para pengurus BUMDesa yang hadir tampak antusias dalam mengikuti setiap sesi, khususnya saat sesi praktik langsung. Mereka menyadari bahwa akurasi data keuangan digital akan menjadi kunci bagi peningkatan kredibilitas BUMDesa di mata pihak luar.

Dampak Jangka Panjang: Akses Modal dan Pertumbuhan

Kepala Desa Mattiro Uleng, [Nama Kepala Desa, jika tersedia, atau sebut saja Bapak Sulaiman (sebagai contoh inisiasi)], menyambut baik inisiatif dari dosen UNM ini.

“Kami berterima kasih sekali atas perhatian dari UNM. Sebelumnya, kami kesulitan membuat laporan yang rapi. Dengan Buku Warung, kami berharap pencatatan bisa lebih cepat, akurat, dan laporan yang dihasilkan bisa digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih baik,” ujarnya.

Dosen UNM berharap bahwa setelah pelatihan ini, BUMDesa Mattiro Uleng akan mampu mencapai dua sasaran utama: Pertama, meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi human error dalam pencatatan. Kedua, membuka peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan, baik dari pemerintah, lembaga keuangan formal, maupun potensi investasi dari swasta, berkat tersedianya laporan keuangan yang terpercaya.

Kegiatan PkM ini menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi di tingkat desa, menjembatani kesenjangan digital, dan mengukuhkan BUMDesa sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa kepulauan lain di Pangkep yang memiliki tantangan serupa dalam pengelolaan keuangan.

Back To Top