Sarwendah Ajak Damai Ruben Onsu Soal Anak: Ayah Tinggal WA

Sarwendah Ajak Damai Ruben Onsu Soal Anak Ayah Tinggal WA

LACI BERITA – Konflik yang melibatkan pasangan selebritas yang kini telah resmi bercerai, Sarwendah dan Ruben Onsu, semakin memanas di ranah publik, terutama menyangkut hak asuh dan akses bertemu dengan anak-anak mereka. Namun, di tengah perseteruan yang semakin melebar dari isu utang-piutang hingga tudingan eksploitasi anak Sarwendah akhirnya muncul ke hadapan media dengan pesan yang tegas dan menyejukkan: Ia tidak ingin memperkeruh keadaan dan mengajak Ruben Onsu untuk menyelesaikan semua urusan anak secara kekeluargaan.

Sarwendah, yang akrab disapa Bunsar, menyampaikan pesannya secara langsung, menanggapi isu yang dihembuskan oleh pihak Ruben Onsu, yang menyebut mantan suaminya itu dipersulit bertemu dengan buah hati mereka. Sarwendah menepis klaim tersebut, menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci dan ia sangat terbuka, bahkan memberikan solusi yang sangat sederhana.

Menanggapi Klaim “Sulit Bertemu Anak”

Pernyataan publik dari pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, yang menyinggung sulitnya akses bertemu anak, seolah memantik api konflik yang sebelumnya sudah meredup. Minola sempat menyatakan bahwa Ruben merasa dibatasi untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, bahkan menuduh Sarwendah tidak kooperatif dalam mematuhi kesepakatan perceraian.

Menanggapi hal ini, Sarwendah menunjukkan sikap tenang dan bijak. Ia mengungkapkan rasa kasihan mendalam terhadap kondisi psikologis anak-anak mereka yang terancam terganggu akibat masalah ini terus diumbar di media sosial dan media massa.

“Aku sudah bilang, Ayah tinggal WhatsApp ke aku. Chat ke aku,” ujar Sarwendah dengan nada memohon saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/11/2025) malam.

Sarwendah menjelaskan bahwa masalah jadwal pertemuan sebenarnya adalah hal yang sangat mudah dikoordinasikan. Ia menekankan bahwa baik Ruben Onsu maupun anak-anak memiliki jadwal masing-masing, yang memerlukan penyesuaian.

“Anak-anak juga punya jadwal, Ayah juga punya jadwal. Terus sebagai seorang ibu, ya pastinya ada tanggung jawab buat anak-anak, untuk ngurusin anak-anak. Jadi ya tinggal koordinasi, nanti aku samain jadwalnya mereka,” jelasnya.

Pintu Damai dan Komunikasi Langsung

Pesan Sarwendah ini sejalan dengan upaya damai yang sebelumnya juga diinisiasi oleh tim kuasa hukumnya. Pihak Sarwendah telah berulang kali mengajak Ruben Onsu untuk duduk bersama secara langsung, menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, terutama demi mencari solusi terbaik untuk masa depan anak-anak.

Sarwendah berharap, sebagai orang tua, komunikasi langsung antara prinsipal (dirinya dan Ruben) akan jauh lebih efektif daripada melibatkan kuasa hukum, apalagi membawanya ke ranah publik.

“Masalahnya kan Ayah punya nomor anak dan aku. Jadi aku harap semuanya bisa baik-baik. Kalian tahu, aku orangnya seperti apa, kalian juga tahu aku sangat cinta damai,” katanya, menegaskan bahwa seluruh tindakannya semata-mata didorong oleh rasa sayangnya yang besar terhadap anak-anak.

Prioritas Utama: Kesejahteraan Mental Anak

Dalam kesempatan itu, Sarwendah juga membantah keras tudingan yang menyebut ia telah menghalangi Ruben bertemu anak. Tim hukum Sarwendah bahkan mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan bahwa klaim Ruben yang tidak bertemu anak selama dua bulan adalah keliru. Mereka menyebut, selama ini Sarwendah selalu mengutamakan kebahagiaan dan keinginan anak-anak dalam setiap keputusan pengasuhan.

Fokus utama Sarwendah saat ini adalah melindungi anak-anaknya dari dampak psikologis negatif akibat percekcokan yang terus dipertontonkan. Ia bahkan sempat melontarkan respons menohok di media sosial ketika Ruben mengomentari unggahan fanbase yang membandingkan peran ayah.

“Ayah, ini kan anak-anak saya juga, Ayah kenapa yah harus di medsos, bukannya bisa langsung WA ke saya? Kalau nanti dibaca anak-anak gimana?” tulis Sarwendah saat itu, yang menunjukkan betapa ia berupaya menjaga konflik agar tidak berdampak langsung pada buah hatinya.

Dengan permintaan yang sangat sederhana hanya tinggal mengirimkan pesan WhatsApp untuk mengatur jadwal Sarwendah menutup pintu untuk konflik yang semakin melebar dan memilih jalan perdamaian demi anak-anak mereka, menekankan bahwa tidak ada pihak yang dipersulit, hanya perlu koordinasi yang baik.

Back To Top