Polisi Serahkan Jenazah Alvaro ke Keluarga, Akhiri Penantian 8 Bulan

Polisi Serahkan Jenazah Alvaro ke Keluarga, Akhiri Penantian 8 Bulan

LACI BERITA – Setelah melalui penantian yang menyakitkan selama delapan bulan dan proses identifikasi forensik yang intensif, kepolisian secara resmi menyerahkan jenazah Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah korban pembunuhan yang kerangkanya ditemukan di Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyerahan jenazah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis (4/12/2025) sore, menandai akhir dari pencarian panjang yang menyita perhatian publik.

Jenazah Alvaro, yang telah teridentifikasi melalui hasil uji DNA, diterima langsung oleh ibunda korban, Arum Indah Kusumastuti, didampingi kakeknya, Tugimin, dan anggota keluarga lainnya. Suasana haru dan duka menyelimuti prosesi singkat penyerahan. Ibunda Alvaro terlihat beberapa kali menyeka air mata, tidak kuasa menahan kesedihan yang mendalam setelah delapan bulan mencari putranya yang hilang sejak Maret 2025.

Identifikasi Lewat DNA dan Gigi: Kepastian Ilmiah

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, dalam konferensi pers, mengonfirmasi bahwa identifikasi kerangka telah rampung dengan hasil yang identik dengan data pembanding DNA dari ibu kandung korban. Tim forensik bekerja menggunakan data primer, yaitu DNA, serta analisis gigi dan tulang rahang, mengingat kondisi kerangka yang ditemukan.

“Dengan adanya gigi, akan memperkuat dan memperkirakan umur. Jadi dicocokkan dengan DNA dan ditambah gigi akan semakin kuat lagi,” jelas Brigjen Prima Heru.

Hasil uji DNA ini memberikan kepastian ilmiah yang ditunggu-tunggu keluarga, setelah kerangka korban ditemukan dalam dua tahap penemuan, pada 23 dan 25 November 2025, di sebuah kebun di kawasan Tenjo, Bogor. Kepastian identitas ini menjadi kunci untuk mengakhiri penantian keluarga dan memulai prosesi pemakaman.

Tragedi Berakhir di Tangan Ayah Tiri

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, yang turut hadir dalam penyerahan jenazah, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan Alvaro menjadi korban tindak kriminal pembunuhan. Pelaku utamanya adalah Alex Iskandar, yang merupakan ayah tiri korban.

Alvaro dilaporkan hilang saat bulan puasa, tepatnya pada 6 Maret 2025. Berdasarkan penyelidikan, Alex diduga menculik dan kemudian menghabisi nyawa Alvaro, membuang jasadnya di Tenjo, Bogor. Motif keji ini diduga dilatarbelakangi dendam pelaku terhadap istri, yang tidak lain adalah ibu kandung Alvaro.

Tragedi ini semakin pilu karena Alex Iskandar diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka dan sebelum sempat menjalani proses penahanan.

Proses Hukum Tetap Berlanjut

Meskipun tersangka utama telah meninggal dunia, Kombes Nicolas menegaskan bahwa penyidikan kasus ini tidak serta merta dihentikan. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan upaya maksimal untuk mengumpulkan alat bukti, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan keji ini.

“Untuk sementara kami masih tetap melakukan pendalaman, masih melakukan upaya maksimal untuk mengumpulkan alat bukti lain,” ujar Kombes Nicolas. Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 21 orang saksi untuk mendalami semua aspek dari kasus ini.

Pemakaman Diiringi Isak Tangis

Jenazah Alvaro Kiano Nugroho, yang diserahkan dalam peti berwarna putih, segera dibawa oleh pihak keluarga menggunakan mobil ambulans. Jenazah langsung diberangkatkan menuju rumah duka di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, untuk kemudian disalatkan.

Isak tangis keluarga dan tetangga mengiringi prosesi salat jenazah yang berlangsung khidmat. Rencananya, jenazah Alvaro akan dimakamkan di Tanah Wakaf Masjid Al Muflihun, Bintaro, yang lokasinya tidak jauh dari kediaman ibunda korban. Kepolisian menyatakan akan terus memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada keluarga, khususnya kepada ibu dan nenek Alvaro, yang masih mengalami syok mendalam.

Penyerahan jenazah ini menutup babak pahit bagi keluarga Alvaro, memberikan kesempatan terakhir untuk menguburkan buah hati mereka dengan layak, setelah penantian panjang yang penuh harapan dan keputusasaan.

Back To Top