LACI BERITA – Musisi Korea-Amerika, Park Jaehyung, atau yang lebih dikenal sebagai eaJ, berhasil menciptakan momen yang melampaui batas hiburan murni dalam konser tunggalnya bertajuk “The 1/9 Tour” di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Jumat (21/11/2025) malam.
Alih-alih hanya berfokus pada penampilan musik, konser tersebut justru didominasi oleh pesan kemanusiaan yang kuat, secara eksplisit menyuarakan dukungan untuk Palestina. Aksi eaJ, yang disambut meriah dan emosional oleh ribuan penggemar, menegaskan bahwa platform seni dapat menjadi sarana efektif untuk menyalurkan kepedulian global, khususnya terhadap krisis di Gaza.
Panggung Jadi Mimbar Kemanusiaan
Sejak awal pertunjukan, atmosfer solidaritas sudah terasa kental. Banyak penggemar, yang dikenal sebagai Jars Indonesia, hadir dengan membawa atribut dukungan untuk Palestina, mulai dari bendera kecil yang diikatkan di pergelangan tangan, syal Keffiyeh, hingga poster-poster yang menuntut diakhirinya kekerasan.
eaJ, yang memang dikenal vokal di media sosial tentang isu kemanusiaan, membawa pesan ini langsung ke atas panggung. Momen puncaknya terjadi saat eaJ membawakan lagu emosionalnya, “When The Rain Stops”. Pada saat lagu mencapai klimaksnya, layar besar di belakang panggung tidak menampilkan visual artistik biasa, melainkan sebuah pesan teks berwarna putih dengan latar belakang gelap yang berbunyi lugas dan menusuk: “NO CHILD DESERVE TO DIE” (Tidak Ada Anak yang Pantas Mati).
Seketika, sorakan dan tepuk tangan menggema memenuhi venue. Pesan ini merupakan referensi langsung terhadap tingginya korban anak-anak yang berjatuhan akibat konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. Penggunaan lagu yang mendalam ini sebagai latar belakang pesan tersebut memperkuat dampak emosionalnya, mengubah konser menjadi sebuah mimbar kemanusiaan.
Seruan “Free Palestine” yang Menggema
Menjelang akhir pertunjukan, di tengah suasana yang penuh energi dan haru, eaJ mengambil jeda. Ia kembali menegaskan sikapnya secara vokal.
“Terima kasih banyak Jakarta. Saya ingin kalian semua tahu, dan kita semua tahu,” ujarnya, mengambil napas, kemudian melanjutkan dengan teriakan lantang, “FREE FREE PALESTINE!”
Teriakan tersebut disambut dengan koor massal dari seluruh penonton yang kompak meneriakkan seruan yang sama. Momen ini bukan hanya interaksi fan-artist biasa, melainkan pertunjukan solidaritas antara musisi dan audiensnya yang memiliki kesadaran kolektif terhadap isu global.
Aksi eaJ ini melanjutkan tren yang ia tunjukkan di konser Indonesia sebelumnya, tepatnya di Prambanan Jazz Festival pada Juli 2025, di mana ia juga menyerukan “Free Palestine.” Namun, konser di Jakarta kali ini terasa lebih terstruktur dan sengaja didominasi oleh pesan tersebut, dari busana, gimmick visual panggung, hingga chants yang ia pimpin.
Apresiasi dari Komunitas dan Netizen
Konser eaJ di Jakarta ini dengan cepat menjadi trending topic di media sosial. Banyak netizen dan aktivis memuji keberanian eaJ yang menggunakan popularitasnya untuk menyuarakan isu sensitif di panggung global. Tindakan eaJ dianggap sebagai contoh positif bagaimana public figure dapat memanfaatkan pengaruh mereka untuk mengadvokasi nilai-nilai kemanusiaan universal, tanpa takut akan potensi kontroversi atau reaksi negatif.
“eaJ tidak hanya menjual musik, dia menjual hati nurani,” tulis salah seorang penggemar di platform X, mengomentari momen ‘No Child Deserve To Die’.
Sementara itu, pihak promotor dan panitia konser, yang turut bekerja sama dengan Jars Indonesia, menunjukkan dukungan penuh terhadap statement yang diangkat oleh eaJ, menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang melampaui politik dan konflik.
Dominasi tema Palestina dalam konser “The 1/9 Tour” di Jakarta ini membuktikan bahwa dukungan terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tetap kuat di Indonesia. eaJ dan para penggemarnya di Indonesia telah mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia: bahwa penderitaan anak-anak tidak boleh dinormalisasi, dan bahwa setiap anak berhak hidup damai, tanpa menjadi korban perang.
eaJ akan melanjutkan rangkaian tur-nya ke negara Asia lainnya, membawa serta pesan perdamaian dan kemanusiaan yang sama.
