Canggih! Teknologi Laser Kini Bisa Isi Baterai Drone Saat Terbang

Canggih! Teknologi Laser Kini Bisa Isi Baterai Drone Saat Terbang

LACI BERITA – PowerLight Technologies, sebuah perusahaan teknologi asal Kent, Amerika Serikat, mengumumkan terobosan terbaru dalam sistem pengisian baterai drone secara nirkabel menggunakan laser. Teknologi ini memungkinkan drone tetap mengudara tanpa harus kembali ke darat untuk mengisi ulang baterai sebuah terobosan yang menjanjikan masa depan baru untuk penerbangan tak berawak.

Bagaimana Teknologi Ini Bekerja

Sistem ini bekerja dengan mengambil energi listrik dari sumber di darat, kemudian mengubahnya menjadi laser beam yang tak terlihat. Sinar laser itu kemudian ditransmisikan ke penerima khusus di drone yang mengonversi sinar tersebut kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai secara langsung saat terbang.

Beberapa poin utama teknologi ini adalah:

  • Jaraks Hingga Beberapa Kilometer: Teknologi ini mampu menyalurkan energi hingga 2 km dari darat ke drone tanpa kabel.
  • Tenaga Kilowatt-Class: Sistem laser yang digunakan mampu menghasilkan tenaga kilowatt-class, cukup untuk mengisi baterai drone kelas menengah sebuah kemajuan signifikan dibandingkan wireless charging konvensional.
  • Sistem Pelacakan Cerdas: Transmitter di darat dipadukan dengan perangkat pelacakan otomatis yang selalu mengikuti posisi drone untuk menjaga fokus sinar laser tetap akurat.
  • Komunikasi Data Dua Arah: Selain daya, sistem juga mampu mempertahankan link data optik untuk komunikasi antara drone dan transmitter secara real-time.

Para peneliti menyebut sistem ini mirip sebuah “garis listrik nirkabel di udara”, di mana drone dapat menerima listrik tanpa perlu mendarat membuka kesempatan operasional Drone-as-a-Service 24/7.

Seberapa Besar Dampaknya?

Inovasi ini membawa berbagai kemungkinan besar untuk penggunaan drone di berbagai bidang, termasuk:

1. Operasi Militer dan Keamanan

Salah satu sponsor utama teknologi ini adalah United States Central Command. Dengan kemampuan pengisian saat terbang, drone militer dapat:

  • Memperpanjang misi tanpa kembali ke pangkalan.
  • Melaksanakan pemantauan area luas untuk waktu sangat lama.
  • Mengurangi kebutuhan logistik darat dalam konflik modern yang dinamis.

Selain itu, laporan lain menunjukkan bahwa teknologi ini bahkan bisa memberikan waktu terbang tak terbatas bagi unit pengintaian tertentu, seperti yang diduga dapat dimanfaatkan oleh pasukan Kenya (Kenya Defence Forces) untuk operasi yang lebih lama.

2. Penyelamatan dan Tanggap Darurat

Dalam operasi pencarian dan penyelamatan di area bencana baik kebakaran hutan, banjir, maupun gempa bumi drone sering digunakan untuk memetakan lokasi korban. Dengan teknologi isi baterai saat terbang:

  • Drone dapat mengudara lebih lama untuk pencarian kontinu.
  • Respon tim di lapangan menjadi lebih cepat dan efisien (tanpa perlu sering mendarat).
  • Pemetaan area bencana bisa berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari tanpa henti.

3. Survey dan Pertanian Presisi

Bidang komersial pun akan sangat diuntungkan. Misalnya, dalam survei lahan pertanian luas untuk pertanian presisi, drone biasanya terbatasi oleh durasi baterai. Teknologi pengisian dari laser memungkinkan:

  • Monitoring tanaman secara terus-menerus.
  • Pengambilan data lebih akurat dan cepat.
  • Pengurangan biaya operasional (lebih sedikit drone yang perlu bergantian).

Teknologi pengisian nirkabel ini berbeda dengan teknologi konvensional seperti tethered power atau stasiun isi otomatis karena memungkinkan drone bergerak bebas tanpa kabel atau perlu mendarat di titik khusus.

Tantangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menjanjikan, ada beberapa tantangan signifikan yang harus diatasi:

Keamanan dan Keselamatan

Laser daya tinggi bisa berbahaya jika tidak dikelola dengan benar terutama jika sinar tidak terfokus atau terkena manusia/objek lain di lintasan. Sistem harus mampu mengunci target dengan presisi tinggi serta mematuhi regulasi keselamatan udara dan optik.

Cuaca dan Jangkauan

Sinar laser bisa terpengaruh oleh kondisi atmosfer seperti kabut, hujan, atau debu. Ini membatasi efektifitasnya pada cuaca tertentu. Kondisi tersebut juga berdampak pada jangkauan efektif dan efisiensi daya.

Biaya dan Kompleksitas

Sampai saat ini, sistem seperti ini masih termasuk mahal dalam pengembangan dan peralatan. Adopsi skala besar memerlukan investasi signifikan meskipun dalam jangka panjang, manfaatnya bisa jauh lebih besar daripada biayanya.

Tren Global Terkait

Selain pengembangan oleh PowerLight, beberapa riset lain di dunia juga menunjukkan tren sama di teknologi pemindahan energi nirkabel untuk drone:

  • Startup Italia SunCubes mengembangkan sistem power beaming laser yang dapat mengisi energi secara nirkabel pada UAV dalam penerbangan, termasuk dukungan dari European Space Agency (ESA).
  • Perusahaan Australia Aquila mengembangkan teknologi serupa untuk mengisi drone sehingga dapat terbang terus-menerus, dengan dukungan investasi untuk mempercepat pengembangan komersial.
  • Ada pula penelitian akademik tentang konsep laser-powered drones yang bisa dimanfaatkan dalam skenario jangka panjang, terutama untuk jaringan komunikasi UAV dan cakupan wilayah luas. 
Back To Top