LACI BERITA – Menutup lembaran tahun 2025 dengan gemilang, penyanyi dan penulis lagu berbakat, Ghea Indrawari, memilih destinasi yang tak biasa untuk merayakan malam pergantian tahun. Jauh dari hiruk-pikuk Jakarta, Ghea terbang menuju Shanghai, China, sebuah kota metropolitan yang memadukan futurisme modern dengan warisan sejarah kolonial yang kental.
Perjalanan ini bukan sekadar liburan biasa bagi Ghea. Setelah setahun penuh disibukkan dengan jadwal panggung yang padat dan kesuksesan album terbarunya, Shanghai menjadi tempat pelarian yang sempurna untuk merenung sekaligus merayakan harapan baru di tahun 2026.
Pesona Visual di Jantung Pudong
Momen puncak perayaan Ghea terekam dengan indah saat ia berada di kawasan The Bund. Kawasan tepi sungai ini merupakan titik pandang terbaik untuk menatap kemegahan gedung pencakar langit di distrik Pudong. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Ghea tampak terpesona oleh pendar cahaya dari Oriental Pearl Tower yang memancarkan warna-warni lampu tematik khusus malam tahun baru.
Shanghai pada malam itu berubah menjadi lautan cahaya. Ghea, yang dikenal memiliki selera estetika yang tinggi dalam setiap kontennya, berhasil menangkap kontras antara arsitektur bergaya neoklasik di sisi tempatnya berdiri dengan pemandangan futuristik di seberang sungai. Meskipun suhu udara menyentuh angka yang cukup ekstrem di bawah 10 derajat Celsius, Ghea tetap tampil memukau dengan balutan long coat berwarna netral yang dipadukan dengan syal rajut, memberikan kesan chic namun tetap fungsional untuk cuaca musim dingin.
Petualangan Kuliner dan Eksplorasi Budaya
Tak hanya terpaku pada gemerlap lampu, Ghea juga memanfaatkan waktunya di Shanghai untuk melakukan eksplorasi budaya dan kuliner. Melalui cerita singkat di media sosialnya, ia terlihat mengunjungi kawasan Yu Garden, sebuah taman klasik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan berarsitektur khas Dinasti Ming dan Qing. Di sana, Ghea tampak menikmati suasana tradisional China yang autentik, kontras dengan kemewahan pusat kota yang ia datangi sebelumnya.
Di sektor kuliner, pelantun “Jiwa yang Bersedih” ini terlihat menjajal beberapa kudapan khas Shanghai. Dari Xiaolongbao (pangsit kuah) yang mengepul hangat hingga camilan manis di sepanjang jalan Nanjing Road, Ghea tampak sangat menikmati “me-time” yang jarang ia dapatkan di tanah air. Nanjing Road sendiri merupakan salah satu jalan belanja tersibuk di dunia, dan Ghea terlihat membaur di tengah ribuan warga lokal dan turis yang merayakan kegembiraan yang sama.
Refleksi Diri di Tengah Keramaian
Bagi Ghea, momen tahun baru di negeri orang adalah waktu untuk melakukan refleksi. Dalam salah satu caption unggahannya, ia sempat menyiratkan rasa syukur atas segala pencapaian yang ia raih di tahun 2025. Shanghai, dengan segala dinamikanya, seolah menjadi cermin bagi perjalanan kariernya yang terus melesat namun tetap memiliki sisi kedamaian jika dicari di sudut yang tepat.
Banyak penggemar setianya, yang sering disebut Ghealways, memberikan respon positif terhadap liburan sang idola. Mereka menganggap Ghea sangat layak mendapatkan waktu istirahat ini setelah dedikasinya yang luar biasa di industri musik Indonesia. Foto-fotonya yang estetik bahkan disebut-sebut menyerupai adegan dalam drama China atau film layar lebar karena komposisi warna dan latar belakang Shanghai yang dramatis.
Destinasi Favorit Baru Selebriti
Keputusan Ghea memilih Shanghai mempertegas tren di kalangan selebriti Indonesia yang kini mulai melirik kota-kota besar di China sebagai destinasi liburan utama. Akses yang semakin mudah dan banyaknya spot foto bertaraf internasional menjadikan Shanghai sebagai pesaing kuat bagi Tokyo atau Seoul dalam urusan wisata libur akhir tahun.
Dengan berakhirnya masa liburan ini, Ghea dipastikan akan segera kembali ke tanah air untuk melanjutkan proyek-proyek musiknya yang sudah dinanti. Namun, kenangan indah di bawah langit Shanghai saat kembang api meletus di atas Sungai Huangpu akan menjadi energi baru baginya untuk berkarya lebih hebat lagi di tahun 2026.
