LACI BERITA – Malam yang semula biasa berubah menjadi tragedi memilukan bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Musi Rawas, Sumatera Selatan, ketika keduanya menjadi korban tabrak lari oleh dua mobil yang melaju kencang di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Bank BSI, Kota Palembang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dinihari itu menyebabkan sang istri meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara suaminya kini berjuang mempertahankan nyawa di rumah sakit dengan luka berat.
Menurut keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, kedua mobil sebuah Toyota Raize dengan nomor polisi BG-1148-ZT yang dikemudikan oleh Dendi (23), dan Toyota Innova Zenix bernomor BG-1563-AAD yang dikemudikan oleh Ahmad Aulan Segentar (23) melaju beriringan dari arah perputaran LIA menuju Simpang Polda sebelum menghantam kedua pejalan kaki tersebut. Hermanto menduga bahwa kecepatan tinggi dan kurangnya konsentrasi pengemudi menjadi faktor utama dalam peristiwa tragis ini, meskipun penyelidikan masih terus berlangsung.
Kejadian di TKP: Kronologi Detik-detik Tabrakan
Saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi menjelaskan bahwa suasana di Jalan Jenderal Sudirman saat itu cukup sepi karena sudah larut malam. Pasutri tersebut sedang menyebrang jalan menuju pinggir trotoar ketika mobil Toyota Raize tiba-tiba terlihat melaju cepat dari belakang. Mobil tersebut menghantam suami, Robinsar (40 tahun), lebih dulu. Tak berselang beberapa detik, mobil kedua Toyota Innova Zenix turut menabrak sang istri Sri Rahma (33 tahun) yang juga sedang menyeberang.
Akibat benturan keras tersebut, Sri Rahma mengalami luka robek di pelipis kanan, dagu, dan kaki kanan, serta mengeluarkan darah dari hidung, mulut, dan telinga, sehingga dinyatakan meninggal di tempat sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Robinsar, suaminya, mengalami luka robek di bahu kiri dan cedera di kepala bagian belakang, hingga tidak sadar saat dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang untuk perawatan intensif.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polrestabes Palembang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Baik kedua pengemudi mobil maupun kendaraan kini sudah diamankan untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah ada pelanggaran lalu lintas atau unsur kelalaian yang berkaitan dengan kejadian ini, termasuk kemungkinan adanya rem yang tidak berfungsi atau pengaruh kondisi jalan.
Reaksi Warga dan Keluarga Korban
Berita tentang kecelakaan ini menyebar cepat ke warga sekitar dan keluarga korban. Sejumlah warga yang berada di lokasi turut membantu proses evakuasi korban sebelum pihak medis tiba, namun situasi tetap penuh emosi karena sang istri dinyatakan meninggal dunia. Beberapa saksi menilai bahwa kecepatan kendaraan di area tersebut sering kali melebihi batas aman, apalagi saat malam hari ketika arus lalu lintas relatif sepi.
Sementara itu, keluarga korban yang tiba di rumah sakit diliputi kesedihan dan duka mendalam. Sejumlah kerabat menyampaikan bahwa pasangan ini dikenal sebagai pasangan yang rajin bekerja dan jarang pulang larut malam, sehingga kejadian tersebut datang secara tiba-tiba dan sangat mengejutkan.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan
Selama proses penyelidikan, polisi menegaskan bahwa kemungkinan besar dua pengemudi mobil terlibat kelalaian saat mengemudi, baik dari segi ketidakmampuan mengendalikan kendaraan, kecepatan tinggi, maupun kurangnya kewaspadaan terhadap pejalan kaki di area persimpangan yang rawan kecelakaan. Polrestabes juga menegaskan bahwa analisis terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan keterangan saksi tambahan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap detail kejadian.
Kepala Unit Laka Lantas satlantas juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati terutama di area persimpangan besar atau dekat fasilitas umum seperti bank dan pusat perbelanjaan. Banyaknya kasus kecelakaan pejalan kaki di kota besar seperti Palembang menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran berlalu lintas, serta kemungkinan evaluasi terhadap infrastruktur penyeberangan yang lebih aman.
