Ribuan Iklan Bermasalah, Airbnb Kena Denda Rp1,25 T di Spanyol

Ribuan Iklan Bermasalah, Airbnb Kena Denda Rp1,25 T di Spanyol

LACI BERITA – Pemerintah Spanyol menjatuhkan denda besar senilai €64 juta atau sekitar Rp1,25 triliun kepada platform penyewaan properti populer, Airbnb, menyusul pelanggaran serius terkait iklan sewa properti ilegal yang masih muncul di situs tersebut meskipun telah dilarang oleh otoritas setempat. Langkah tegas ini menunjukkan peningkatan upaya pemerintah Spanyol dalam mengatasi persoalan perumahan dan kelangkaan rumah bagi penduduk setempat akibat ledakan layanan penyewaan jangka pendek.

Skala Pelanggaran dan Denda yang Dijatuhkan

Denda €64 juta ini merupakan hukuman administratif yang dijatuhkan oleh Kementerian Urusan Konsumen (Ministry of Social Rights, Consumer Affairs and the 2030 Agenda) setelah menemukan lebih dari 65.000 iklan properti sewaan di Airbnb yang melanggar peraturan nasional dan regional. Pelanggaran ini mencakup:

  • Properti tanpa nomor registrasi resmi yang diwajibkan menurut hukum penyewaan jangka pendek Spanyol.
  • Nomor lisensi atau registrasi yang tidak sesuai dengan catatan resmi, sehingga dianggap sebagai pemasaran menyesatkan.
  • Informasi host yang tidak lengkap, yang membingungkan konsumen terkait status pemilik dan hukum perlindungan konsumen yang berlaku.

Menurut pernyataan kementerian, denda tersebut dihitung setara dengan enam kali keuntungan ilegal yang Airbnb peroleh dari iklan-iklan tersebut sejak peringatan pertama diberikan hingga iklan dihapus dari platform. Ini merupakan bagian dari upaya menegakkan aturan dan memberi efek jera, terutama kepada platform global yang selama ini dianggap lambat merespons ketentuan lokal.

Respons dan Putusan Hukum

Keputusan ini merupakan putusan akhir administratif yang telah melewati sejumlah proses banding dan tantangan hukum yang diajukan Airbnb. Kementerian menyatakan bahwa platform tersebut telah berkali-kali diperingatkan untuk menghapus iklan yang tidak sesuai, namun pelanggaran terus terjadi hingga denda besar ini dijatuhkan.

Dalam pernyataannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa tidak ada perusahaan, sekecil atau sebesar apa pun, yang berada di atas hukum Spanyol dan Uni Eropa. Mereka menyoroti bahwa pertumbuhan platform penyewaan jangka pendek yang tidak diatur secara ketat telah berkontribusi pada kekurangan hunian yang terjangkau bagi penduduk lokal di kota-kota besar seperti Barcelona, Madrid, dan pulau wisata populer seperti Mallorca dan Balearic Islands.

Airbnb sendiri menyatakan akan meninjau keputusan ini dan kemungkinan mengajukan banding di pengadilan, sambil menegaskan kerja sama mereka dengan otoritas Spanyol. Perusahaan juga mengklaim bahwa ribuan listing kini sudah mematuhi aturan baru dengan menampilkan nomor registrasi yang sah dan memenuhi persyaratan lainnya.

Latar Belakang Peraturan Baru di Spanyol

Regulasi sewa jangka pendek di Spanyol telah diperketat sejak 1 Juli 2025, dengan diberlakukannya sistem National Registry for Tourist and Seasonal Rentals yang mewajibkan semua listing properti sewa jangka pendek, termasuk di platform digital seperti Airbnb dan Booking.com, untuk mencantumkan nomor registrasi unik yang dikeluarkan oleh otoritas Spanyol. Tanpa nomor ini, iklan dianggap ilegal dan wajib dihapus dari publikasi.

Tujuan utama dari aturan baru ini adalah meningkatkan transparansi, perlindungan konsumen, dan terutama mengatur pasar perumahan yang semakin ketat di banyak wilayah wisata utama. Dengan banyaknya properti yang dialihkan menjadi sewa jangka pendek, tersedia lebih sedikit unit bagi penduduk yang mencari rumah sewa jangka panjang, sehingga mendorong naiknya harga dan kesulitan akses perumahan.

Dampak pada Pasar Sewa dan Warga

Kebijakan baru ini dipandang sebagai kemenangan oleh kelompok konsumen, organisasi warga, serta pihak yang memperjuangkan hak atas perumahan. Banyak warga lokal yang selama ini merasakan dampak negatif dari meningkatnya permintaan sewa jangka pendek, seperti:

  • Kenaikan harga sewa rumah jangka panjang.
  • Turunnya ketersediaan rumah untuk penduduk tetap.
  • Gangguan sosial di lingkungan yang bergantung pada wisatawan temporer.

Selain denda kepada Airbnb, beberapa wilayah seperti Balearic Islands sudah menjatuhkan sanksi terhadap ribuan listing ilegal lainnya, dan kota-kota seperti Barcelona berencana untuk melarang total semua apartemen wisata (termasuk yang berlisensi) pada 2028 untuk melindungi hak hunian warga.

Reaksi dari Industri Pariwisata

Menanggapi perubahan ini, pelaku industri pariwisata menunjukkan beragam respons. Sebagian pihak wisata merasa peraturan ini bisa menimbulkan penurunan jumlah akomodasi jangka pendek, yang berdampak pada daya tarik wisata tertentu. Namun, pihak lain melihatnya sebagai langkah penting dalam mencapai pariwisata yang berkelanjutan dan menjaga kualitas hidup penduduk lokal.

Potensi Tren Global

Kasus Spanyol ini juga dipandang sebagai cerminan tren global di mana banyak negara meningkatkan regulasi terhadap platform penyewaan jangka pendek. Pemerintah di beberapa negara Eropa lainnya tengah mempertimbangkan kebijakan serupa, menyeimbangkan antara manfaat ekonomi pariwisata dan kebutuhan perumahan warga.

Back To Top