LACI BERITA – Meta Platforms Inc., perusahaan teknologi besar yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, secara resmi menghentikan dukungan untuk aplikasi Facebook Messenger versi desktop di sistem operasi Mac dan Windows per 15 Desember 2025. Keputusan ini menandai berakhirnya fase aplikasi desktop yang sempat dijadikan alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses pesan melalui komputer tanpa browser.
Apa yang Terjadi?
Mulai pertengahan Desember 2025, pengguna yang membuka aplikasi Messenger di Mac atau Windows tidak lagi bisa menggunakan klien asli tersebut. Sebagai gantinya, Meta mengarahkan mereka untuk mengakses layanan pesan melalui browser web melalui situs Facebook.com atau Messenger.com.
Meta telah mulai menghapus aplikasi dari Mac App Store dan Microsoft Store, sehingga pengguna baru tidak dapat lagi mengunduhnya. Bagi pengguna yang sudah memiliki aplikasi tersebut terinstal, sebuah pemberitahuan in‑app telah muncul sebelumnya memberi tahu bahwa dukungan akan dihentikan.
Meta bahkan mengunci kemampuan login aplikasi ini setelah tanggal penghentian, menyebabkan aplikasi tidak berfungsi lagi dan hanya mengarahkan ke versi web saat dibuka.
Sejarah Aplikasi Desktop Messenger
Aplikasi Facebook Messenger untuk desktop awalnya diluncurkan sekitar tahun 2020, saat pandemi COVID‑19 membuat banyak orang bergantung pada alat komunikasi kerja jarak jauh. Pada masa itu, banyak pengguna beralih dari kebutuhan mobile ke desktop untuk percakapan panjang dan panggilan video.
Namun perjalanan aplikasi ini tidak berjalan mulus. Versi desktop mengalami beberapa perubahan teknologi selama hidupnya:
- Versi awal pada Mac dibangun dengan Electron,
- Lalu beralih ke React Native Desktop,
- Dan akhirnya menggunakan Catalyst teknologi Apple yang memungkinkan aplikasi iPad berjalan di Mac.
Pergantian teknologi itu khususnya penggunaan Catalyst menuai kritik, karena banyak pengguna merasa pengalaman aplikasi kurang terasa “native” dan bukan benar‑benar cocok untuk komputer.
Sementara di Windows, aplikasi sempat berubah menjadi Progressive Web App (PWA) pada tahun lalu, yang fungsinya lebih seperti situs yang dibungkus menjadi aplikasi, bukan aplikasi asli.
Alasan Penutupan: Strategi & Efisiensi
Meta tidak secara resmi merilis satu pernyataan panjang tentang alasan penghentian, tetapi keputusan ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menyederhanakan ekosistem aplikasi mereka. Fokus utama Meta kini berada pada platform berbasis web dan seluler, dibandingkan mengembangkan dan memelihara banyak versi aplikasi khusus desktop.
Faktor‑faktor yang diperkirakan mendorong keputusan ini antara lain:
- Penggunaan aplikasi desktop yang menurun jika dibandingkan platform mobile.
- Biaya pemeliharaan tinggi, sedangkan jumlah pengguna yang aktif relatif rendah.
- Tantangan teknis dalam memastikan pengalaman yang konsisten di macOS dan Windows.
- Fokus pada pengembangan satu kode basis (web) yang dapat berjalan di banyak perangkat sekaligus.
Dengan mengalihkan pengguna ke web, Meta mengurangi kebutuhan pemeliharaan aplikasi terpisah dan bisa lebih cepat memperbarui fitur melalui server pusat tanpa tergantung pada update di toko aplikasi.
Apa Dampaknya bagi Pengguna?
Penutupan ini memengaruhi jutaan pengguna yang masih mengandalkan aplikasi desktop Messenger untuk bekerja, belajar, atau berkomunikasi secara intens.
Hal‑hal yang perlu diperhatikan pengguna:
- Pengguna sekarang diarahkan ke browser untuk mengakses Messenger.
- Mereka tidak dapat lagi login di aplikasi desktop setelah penghentian.
- Meta menyarankan pengguna yang menggunakan Messenger tanpa akun Facebook untuk tetap menggunakan Messenger.com, yang memungkinkan login tanpa Facebook.
- Meta juga menyarankan pengguna untuk mengaktifkan fitur penyimpanan aman (secure storage) dan PIN untuk menyimpan riwayat chat yang terenkripsi sebelum transisi agar percakapan tetap bisa dipulihkan di versi web.
Beberapa pengguna telah melaporkan di forum online tentang perubahan pengalaman setelah penghentian, seperti kendala dengan notifikasi di browser atau tantangan login, yang menunjukkan bahwa transisi ini tidak selalu mulus bagi semua orang.
Reaksi Publik dan Industri
Respons dari komunitas pengguna cukup beragam:
- Frustrasi karena fitur desktop yang lebih nyaman kini hilang.
- Ada yang mengkritik keputusan Meta karena menghilangkan aplikasi yang terasa lebih cepat dan langsung dibanding browser.
- Beberapa developer dan pengguna mencoba solusi seperti memasang shortcut ke messenger.com di desktop untuk “merasakan aplikasi” kembali.
Pengamat industri melihat langkah ini sebagai bagian dari tren yang lebih luas di mana perusahaan teknologi besar berupaya menyederhanakan portofolio aplikasi mereka, mengalihkan fokus ke satu platform lintas perangkat yang mudah disesuaikan.
