Drone Rusia Hantam Zaporizhzhia, Dua Sipil Tewas dalam Kebakaran Hebat

Drone Rusia Hantam Zaporizhzhia, Dua Sipil Tewas dalam Kebakaran Hebat

LACI BERITA – Kota Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan udara malam hari yang intensif dari Rusia menggunakan gelombang drone Shahed, pada Kamis (20/11/2025) malam hingga Jumat dini hari. Serangan ini dilaporkan menyasar infrastruktur penting dan memicu kebakaran hebat yang meluas, memaksa tim pemadam kebakaran dan penyelamat bekerja tanpa henti di tengah ancaman ledakan susulan.

Laporan dari Gubernur Wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melalui saluran Telegram-nya menyebutkan bahwa kota tersebut digempur oleh lebih dari 10 serangan dalam semalam. Serangan drone ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang masif, tetapi juga merenggut korban jiwa dan melukai warga sipil.

Korban Sipil dan Kerusakan Infrastruktur

Menurut data awal dari otoritas setempat, serangan brutal ini telah menewaskan dua orang warga sipil dan melukai sembilan orang lainnya, termasuk seorang bayi berusia sembilan bulan. Beberapa korban cedera dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat hantaman pecahan puing dan gelombang ledakan.

Target serangan Rusia dilaporkan mencakup fasilitas sipil dan komersial, termasuk kantor-kantor swasta dan bangunan tempat tinggal, yang memicu kebakaran besar. Salah satu lokasi yang paling parah adalah area kompleks gudang dan bangunan komersial.

“Kami mendengar suara mendesis khas drone, kemudian ledakan yang sangat keras. Api menyebar dengan cepat ke seluruh blok. Kami hanya bisa menyelamatkan apa yang kami bisa dan berlari mencari perlindungan,” ujar seorang warga lokal yang enggan disebutkan namanya.

Perjuangan Petugas Pemadam Kebakaran

Di tengah kepulan asap tebal dan reruntuhan, pemandangan heroik terlihat dari para petugas pemadam kebakaran dan tim Layanan Darurat Negara (DSNS). Mereka berjuang mati-matian untuk mengendalikan amukan api yang dengan cepat melahap struktur bangunan yang diserang.

Ledakan dari drone yang menghantam area kota memicu kebakaran hebat, yang ukurannya mencapai ratusan meter persegi. Para petugas damkar, yang mengenakan peralatan lengkap, harus menembus sisa-sisa material yang berserakan dan titik-titik api yang masih menyala. Tantangan terbesar mereka bukan hanya besarnya api, tetapi juga risiko serangan drone gelombang kedua dan kemungkinan ambruknya bangunan yang sudah rapuh.

Foto-foto dan rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan petugas bahu-membahu menyemprotkan air ke pusat-pusat api, bekerja di bawah cahaya lampu sorot dan kepanikan warga. Tim penyelamat juga segera melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari korban yang mungkin terperangkap di bawah reruntuhan dan menilai kerusakan yang ditimbulkan pada bangunan tempat tinggal di sekitarnya.

Eskalasi Serangan Drone Rusia

Serangan drone di Zaporizhzhia ini merupakan bagian dari peningkatan gelombang serangan udara Rusia di seluruh Ukraina. Sehari sebelumnya, Angkatan Udara Kyiv melaporkan bahwa pertahanan udara Ukraina berhasil menghancurkan 100 dari total 179 drone yang diluncurkan Rusia dalam serangan semalaman.

Zaporizhzhia, yang terletak di garis depan dan dekat dengan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, sering menjadi target utama serangan Moskow, baik untuk melumpuhkan logistik militer Ukraina maupun untuk menimbulkan dampak psikologis terhadap penduduk sipil.

Serangan ini terjadi di tengah spekulasi mengenai gencatan senjata dan rencana perdamaian yang didorong oleh Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump. Meskipun ada laporan mengenai kesediaan Rusia untuk mematuhi gencatan senjata 30 hari terhadap target energi, serangan di Zaporizhzhia menunjukkan bahwa pertempuran di lapangan masih jauh dari kata mereda.

Saat tim penyelamat terus bekerja hingga pagi hari, fokus kini beralih ke upaya medis untuk merawat korban luka dan penilaian infrastruktur kritis yang rusak akibat hantaman drone. Pemerintah Ukraina sekali lagi menyerukan kepada mitra internasional untuk meningkatkan pasokan sistem pertahanan udara guna melindungi kota-kota dari serangan drone yang menghancurkan dan mematikan ini.

Back To Top