Laci Berita – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, terus memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berbasis teknologi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kader Posyandu sekaligus meluncurkan aplikasi digital Care+ Posyandu pada April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu, anak, dan kelompok rentan lainnya. Bimtek tersebut diikuti ratusan kader Posyandu dari berbagai kecamatan di HSS, yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan tingkat desa.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan tepat sasaran.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam program kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, serta pemantauan gizi balita.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kader dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga layanan kesehatan di masyarakat semakin berkualitas,” ujarnya.
Bimtek ini dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh sekitar 294 kader dari 11 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting seperti pencatatan data kesehatan, edukasi masyarakat, serta penguatan peran kader dalam mendukung program kesehatan nasional.
Peluncuran Aplikasi Care+ Posyandu
Selain pelatihan, momen penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran aplikasi digital Care+ Posyandu, yang menjadi inovasi baru dalam sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di HSS.
Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah kader dalam melakukan pencatatan, pelaporan, serta pemantauan data kesehatan secara real-time. Dengan sistem digital, proses pengelolaan data diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
“Peluncuran aplikasi Care+ Posyandu ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi pelayanan, khususnya dalam mendukung pencatatan dan pelaporan data yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi,” jelas Bupati.
Dengan adanya aplikasi ini, kader tidak lagi bergantung pada pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan keterlambatan pelaporan. Data kesehatan masyarakat dapat langsung diakses oleh pihak terkait, sehingga mempermudah pengambilan keputusan berbasis data.
Digitalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk sektor kesehatan. Melalui aplikasi Care+ Posyandu, HSS berupaya menghadirkan sistem pelayanan yang lebih modern dan efisien.
Digitalisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data kesehatan, sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.
Selain itu, penggunaan teknologi digital memungkinkan integrasi data antara Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah daerah, sehingga koordinasi antar lembaga menjadi lebih efektif.
Peran Strategis Kader Posyandu
Kader Posyandu merupakan bagian penting dari sistem kesehatan berbasis masyarakat di Indonesia. Mereka berperan dalam memberikan layanan dasar seperti penimbangan balita, imunisasi, penyuluhan kesehatan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Sebagai relawan yang berasal dari masyarakat, kader memiliki kedekatan emosional dengan warga sehingga lebih mudah dalam melakukan pendekatan dan edukasi kesehatan.
Dengan peningkatan kapasitas melalui Bimtek dan dukungan teknologi digital, diharapkan kader Posyandu dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan profesional.
Dukungan dari TP PKK dan Masyarakat
Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, turut memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini telah berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan di tingkat desa tidak lepas dari peran aktif kader yang bekerja secara sukarela dengan penuh dedikasi.
“Para kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Peran mereka sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski memiliki peran strategis, kader Posyandu juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, tingkat literasi digital yang beragam, serta kebutuhan pelatihan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk pelatihan, fasilitas, maupun sistem teknologi yang memadai.
Dengan adanya aplikasi Care+ Posyandu, diharapkan kader dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien.
Menuju Layanan Kesehatan yang Lebih Modern
Langkah HSS dalam menggabungkan pelatihan kader dengan digitalisasi layanan kesehatan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan sistem kesehatan yang lebih modern dan responsif.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan sebagai bagian dari reformasi sistem kesehatan nasional.
Pelaksanaan Bimtek kader Posyandu dan peluncuran aplikasi Care+ Posyandu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Dengan peningkatan kapasitas kader dan dukungan teknologi digital, diharapkan pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran. Ke depan, sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.
