LACI BERITA – Platform media sosial X milik Elon Musk dan Open AI (Chat GPT) mengalami down atau tidak dapat diakses oleh pengguna di AS dan juga Indonesia pada Selasa (18/11/2025) malam. Menurut, terdapat lebih dari 5.600 laporan masalah pada platform media sosial tersebut, per pukul 06.51 waktu Amerika.
Cloudflare (NET.N), sebuah perusahaan infrastruktur web juga mengalami masalah yang memengaruhi layanan lain. Belum jelas apakah gangguan tersebut terkait. Sekitar pukul 06.40 ET, Cloudflare mengatakan di halaman statusnya bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut.
Lumpuh Serentak: X dan ChatGPT
Gangguan pada X menyebabkan pengguna tidak bisa memuat feed terbaru, mengirim pesan, atau mengakses profil. Situasi ini mengganggu arus informasi global yang sangat mengandalkan platform tersebut untuk berita terkini dan komunikasi darurat.
“Saya mencoba login ke X untuk melihat berita, tetapi aplikasinya hanya menunjukkan pesan error. Ini terasa aneh karena terjadi bersamaan dengan ChatGPT yang juga tidak bisa saya gunakan,” kata Sarah (29), seorang pengguna X dan mahasiswa di Jakarta.
Sementara itu, layanan OpenAI, termasuk ChatGPT dan Application Programming Interface (API) yang digunakan oleh ribuan pengembang, juga mengalami gangguan akses. Hal ini secara efektif melumpuhkan banyak alat kerja dan aplikasi yang bergantung pada model bahasa AI tersebut.
Kedua perusahaan, baik X maupun OpenAI, belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan penyebab spesifik dari gangguan internal mereka hingga berita ini diturunkan.Sorotan ke
Menelusuri Benang Merah: Gangguan Pada Jaringan Cloudflare
Gangguan yang dialami X dan ChatGPT menjadi semakin kompleks setelah perusahaan infrastruktur web dan keamanan siber utama, Cloudflare (NET.N), juga mengumumkan adanya masalah pada layanannya yang memengaruhi berbagai entitas di seluruh dunia.
Sekitar pukul 06.40 ET (beberapa menit sebelum puncak laporan gangguan X), Cloudflare menyatakan di halaman status resminya bahwa mereka sedang menyelidiki masalah kinerja jaringan yang meluas.
“Kami sedang berupaya untuk memahami dampak sepenuhnya dan memitigasi masalah ini. Pembaruan lebih lanjut akan segera menyusul,” kata pihak Cloudflare dalam pernyataan singkat mereka.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan secara langsung gangguan X dan ChatGPT dengan masalah Cloudflare, para ahli teknologi dengan cepat menarik garis hubungan. Cloudflare menyediakan layanan Content Delivery Network (CDN) dan perlindungan DDoS yang sangat vital bagi jutaan website besar, termasuk banyak platform media sosial dan Artificial Intelligence (AI).
Analis Teknologi dan Implikasi Sentralisasi:
Para analis berpendapat bahwa gangguan serentak ini mengindikasikan adanya masalah di tingkat backbone internet yang digunakan bersama, dan Cloudflare, sebagai salah satu penyedia BGP (Border Gateway Protocol) dan CDN terbesar, menjadi kandidat utama.
“Ketika dua raksasa seperti X dan ChatGPT down pada saat yang sama, besar kemungkinan sumber masalahnya adalah kegagalan di lapisan infrastruktur yang mereka gunakan bersama, seperti Cloudflare atau penyedia cloud besar lainnya. Ini menunjukkan betapa rentannya ketergantungan internet modern pada segelintir perusahaan,” jelas Dr. Heru Santoso, seorang pakar keamanan siber dan infrastruktur cloud.
Insiden ini memperkuat kekhawatiran yang telah lama diutarakan mengenai sentralisasi infrastruktur internet; ketika satu penyedia kunci mengalami masalah, dampak buruknya menyebar seperti efek domino ke seluruh ekosistem digital global.
Gangguan ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Bagi platform seperti X, setiap menit downtime berarti hilangnya pendapatan iklan, sementara bagi layanan API ChatGPT, ini berarti gangguan pada ribuan bisnis yang mengandalkan AI mereka.
Hingga saat ini, tim teknis dari ketiga perusahaan X, OpenAI, dan Cloudflare dilaporkan tengah bekerja keras untuk memulihkan layanan dan menstabilkan jaringan. Komunitas digital dan pasar global kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah gangguan ini merupakan kegagalan teknis murni atau ada faktor lain yang lebih kompleks.
