Gempa Pacitan Pagi Ini Terasa hingga Bali, BMKG Pastikan Aman

Gempa Pacitan Pagi Ini Terasa hingga Bali, BMKG Pastikan Aman

LACI BERITA – Wilayah Pacitan di Jawa Timur diguncang gempa bumi tektonik yang getarannya tidak hanya terasa di Jawa tetapi juga sampai ke Pulau Bali. Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi sekitar pukul 08.20 WIB (08.20 WITA) dengan magnitudo awal sekitar 5,5 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 5,7.

Parameter Gempa dan Lokasi Episentrum

BMKG menyebutkan bahwa episentrum gempa berada di darat, sekitar 24–25 km arah tenggara atau timur laut Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman antara 105 hingga 122 km di bawah permukaan laut. Lokasi ini menjadikan gempa tersebut termasuk gempa menengah yang getarannya bisa dirasakan dalam jarak yang cukup luas.

Secara geografis, koordinat episentrum tercatat di sekitar 8,14–8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33–111,38 derajat Bujur Timur. Pendalaman analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik, dan mekanismenya merupakan pergerakan naik (thrust fault).

Daerah yang Merasakan Getaran

Gempa Pacitan pagi ini terasa di berbagai wilayah di Jawa Timur dan juga Bali. Intensitas getaran bervariasi tergantung jarak dari episentrum dan kondisi geologi setempat.

Menurut BMKG:

  • Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung: intensitas getaran mencapai III–IV MMI, yaitu dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah serta ada guncangan nyata.
  • Madiun, Jember, Mojokerto, Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Yogyakarta dan daerah lainnya: getarannya berada di II–III MMI, yaitu terasa nyata di dalam rumah dan seakan ada kendaraan lewat.
  • Bali (Denpasar, Kuta, Karangasem): getaran dirasakan sekitar II–III MMI, yaitu getaran ringan sampai moderat yang bisa terasa beberapa detik meskipun tidak menimbulkan kepanikan besar.

Warga di Bali yang berada di bangunan bertingkat melaporkan getaran terasa selama sekitar 10 detik. Meski banyak merasakan getaran, belum ada laporan resmi tentang kerusakan struktural signifikan maupun korban jiwa dari peristiwa ini hingga berita ini ditulis.

BMKG Pastikan Tidak Ada Ancaman Tsunami

Pernyataan penting dari BMKG adalah bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan dan analisis teknisnya menunjukkan bahwa, meski cukup kuat, gempa yang terjadi merupakan gempa darat/menengah dengan kedalaman yang relatif dalam dan tidak memicu pergeseran dasar laut yang signifikan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menekankan kepada masyarakat bahwa berdasarkan data-model terbaru, risiko tsunami akibat gempa ini sangat kecil, sehingga warga di kawasan pesisir tidak perlu melakukan evakuasi besar-besaran, tetapi tetap waspada terhadap informasi lanjutan.

Reaksi Masyarakat dan Kondisi Lapangan

Beberapa warga di wilayah terdampak seperti Denpasar Bali maupun Pacitan-Jawa Timur mengungkapkan reaksi mereka saat gempa terjadi. Sejumlah cerita mencatat bahwa:

  • Banyak warga sempat terkejut dan segera mencari tahu apakah benar itu gempa, terutama setelah merasakan guncangan seperti ada kendaraan berat melintas atau lantai bergoyang.
  • Beberapa warga melaporkan segera keluar dari bangunan untuk mencari tempat terbuka sebagai bagian dari respons awal. Meskipun demikian, sebagian besar kembali melanjutkan aktivitas setelah memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan.

Fenomena Gempa Bumi di Indonesia

Peristiwa gempa seperti ini bukan hal yang langka di Indonesia. Negara ini terletak di cincin api Pasifik (Ring of Fire) yang merupakan pertemuan beberapa lempeng tektonik besar. Interaksi lempeng tersebut membuat Indonesia rawan terhadap gempa bumi, vulkanik, dan tsunami. Letaknya di sepanjang zona subduksi Indo-Australia–Eurasia dan lempeng Pasifik menjadikan wilayah ini sangat seismik aktif.

BMKG terus memantau aktivitas seismik secara real-time dan memberikan update kepada publik melalui kanal informasi resmi mereka, termasuk situs web, aplikasi, dan media sosial. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti sumber resmi informasi demi keselamatan bersama.

Back To Top