Megawati “Megatron” Jadi Sorotan Media Korea Usai Debut Gemilang di Proliga 2026

Megawati Megatron Jadi Sorotan Media Korea Usai Debut Gemilang di Proliga 2026

LACI BERITA – Panggung Proliga 2026 baru saja dimulai, namun sorot lampu sudah tertuju tajam pada satu nama: Megawati Hangestri Pertiwi. Setelah menyelesaikan petualangan epiknya di Liga Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan sempat mencicipi Liga Turki, Megawati kini resmi kembali ke “rumah” lamanya, Jakarta Pertamina Enduro (JPE).

Penampilan debutnya di pekan pertama Proliga 2026 melawan Jakarta Electric PLN di Pontianak langsung memicu reaksi luas. Megawati berhasil membawa JPE meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua set awal. Dalam pertandingan tersebut, ia menyumbangkan 20 poin yang krusial, sebuah catatan yang langsung menjadi tajuk utama di berbagai media olahraga Korea Selatan.

Media Korea Gagal ‘Move On’ dari Sosok Megatron

Media besar Korea Selatan seperti Yonhap dan SportsKhan kembali menyoroti setiap gerak-gerik Megawati. Ketertarikan mereka bukan tanpa alasan; Megawati adalah sosok yang mengubah peta persaingan dan popularitas V-League selama dua musim terakhir. Keberhasilannya membawa Red Sparks melaju hingga babak final playoff pada musim 2024/2025 meninggalkan kesan mendalam bagi publik Negeri Gingseng.

Menurut laporan dari tvOneNews dan CNN Indonesia, media Korea Selatan secara rutin memantau performa Megawati di Indonesia untuk membandingkan level kompetisi Proliga dengan V-League. Mereka menyoroti bagaimana Megawati, yang di Korea berstatus sebagai pemain asing Asia (Asia Quarter), kini memikul beban sebagai pemain lokal bintang di Indonesia dengan ekspektasi yang jauh lebih besar.

Salah satu poin yang disoroti media Korea adalah kemampuan adaptasi Megawati. Setelah menjalani musim yang panjang dengan 44 pertandingan di Korea, Megawati dinilai memiliki ketahanan fisik dan mental yang lebih matang. “Pengalaman di Korea menjadikannya pemain yang lebih tenang dalam situasi kritis,” tulis salah satu kolomnis olahraga di Korea yang dikutip media lokal.

Perbandingan Tekanan: Korea vs Indonesia

Dalam wawancaranya yang dikutip oleh Jawa Pos, Megawati secara blak-blakan mengungkapkan perbedaan tekanan yang ia rasakan. Di Korea, setiap kesalahan kecil bisa berbuah kritik tajam karena statusnya sebagai pemain asing yang dibayar mahal. Namun di Indonesia, tekanannya datang dari statusnya sebagai “ikon voli nasional” yang diharapkan selalu tampil sempurna di setiap laga.

Media Korea juga menyoroti kerinduan para penggemar Red Sparks. Sejak kepindahan Megawati, performa Red Sparks di V-League musim 2025/2026 dikabarkan mengalami fluktuasi, yang membuat media setempat sering kali membandingkan skuad saat ini dengan masa kejayaan saat masih diperkuat Megawati dan Gia (Giovanna Milana).

Statistik Memukau di Laga Pembuka

Pada pertandingan pembuka Proliga 2026, statistik Megawati menunjukkan dominasi yang belum pudar:

  • Total Poin: 20 Poin
  • Kontribusi: Menjadi motor serangan dalam aksi comeback (remontada) melawan Jakarta Electric PLN.
  • Sinergi Tim: Bekerja sama apik dengan pemain asing JPE, Yana Shcherban, yang mencetak 23 poin.

Kemenangan JPE ini disebut-sebut sebagai pesan kuat bagi tim-tim lain di Proliga bahwa kehadiran Megawati membuat JPE menjadi kandidat terkuat juara musim ini. Status JPE sebagai juara bertahan Proliga 2025 pun semakin kokoh dengan kembalinya sang “putri daerah” yang mengawali kariernya di klub ini sejak 2015.

Masa Depan: Akankah Kembali ke Korea?

Meskipun saat ini Megawati fokus membela JPE, spekulasi mengenai kepulangannya ke Liga Korea masih terus bergulir. Kontrak Megawati di Proliga diperkirakan akan berakhir pada April 2026, bertepatan dengan masa pembukaan jendela transfer Asia Quarter di V-League untuk musim berikutnya. Media Korea melaporkan bahwa beberapa klub papan atas masih memantau kondisi fisiknya, berharap sang Megatron bersedia kembali merumput di Seoul atau Daejeon.

Namun, untuk saat ini, Megawati memilih untuk menikmati atmosfer voli tanah air.

“Tim ini (JPE) spesial bagi saya. Saya kembali ke rumah setelah lama merantau,” ujarnya dalam sesi konferensi pers usai laga.

Back To Top