LACI BERITA – Dukungan itu tak hanya menggelegar di stadion, tetapi juga di layar kaca. Siaran pertandingan yang ditayangkan Indosiar sukses merajai rating TV nasional. Berdasarkan data Arianna & Nielsen TAM, laga Timnas Indonesia U-22 vs Mali mencatat TV Rating (TVR) 6,5% dan TV Share (TVS) 27,3%, melampaui program unggulan Indosiar seperti sinetron Merangkai Kisah Indah (TVR 4,4%) dan Merangkai Kisah Ropril (TVR 1,8%).
Antusiasme ini turut didongkrak oleh teknologi siaran supermewah dari Emtek Group. Dengan kombinasi kamera Sony A7 Mark III, stabilizer DJI Ronin RS4, kualitas 4K dan 120 fps, tayangannya pun terasa seperti pertandingan level internasional. Produser olahraga Emtek Group, Hendi Rohendi, yang dihubungi Senin (17/11), menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya meningkatkan kualitas siaran langsung sepak bola terutama untuk laga-laga Timnas.
“Dengan persaingan siaran televisi lokal dan benchmark siaran sepakbola dunia yang sering ditonton pecinta bola Indonesia, kami harus terus meningkatkan mutu tayangan. Ini terobosan dari kami. Responnya bagus, jadi akan kami pertahankan di laga-laga Timnas berikutnya,” ujar Hendi.
Kini, saatnya suporter kembali menunjukkan konsistensi. Timnas Indonesia U-22 akan kembali menantang Mali pada Selasa, 18 November 2025, di Stadion Pakansari, Cibinong. Uji coba ini untuk persiapan SEA Games 2025. Timnas Indonesia U-22 datang ke SEA Games kali ini dengan status juara bertahan.
Pada edisi sebelumnya di Kamboja, skuad Garuda Muda asuhan Indra Sjafri sukses merebut medali emas setelah mengalahkan Thailand secara dramatis di final. Kini, mereka berambisi mempertahankan gelar tersebut di negeri Gajah Putih. Sama seperti sebelumnya, pelatih Indra Sjafri masih dipercaya memimpin tim muda Indonesia.
Kehadiran sejumlah pemain potensial dari kompetisi domestik dan luar negeri diharapkan mampu menjaga keseimbangan tim dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup. SEA Games 2025 hanya akan meloloskan tiga juara grup dan satu runner-up terbaik ke babak semifinal. Artinya, setiap laga di fase grup akan sangat krusial dalam menentukan langkah tim menuju perebutan medali emas.
Ledakan Layar Kaca, Fenomena Viral
Salah satu momen paling mengejutkan terjadi ketika seorang penonton di rumahnya melaporkan layar televisi meledak saat gol kemenangan Timnas Indonesia U-22 dicetak pada menit-menit akhir. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial dengan tagar #PakansariBergemuruh dan #GolTimnasU22.
“Awalnya hanya suara sorakan dan tepuk tangan yang keras, tiba-tiba layar TV saya meledak,” ujar Rizky Aditya (28), salah satu penonton yang mengalami kejadian itu. “Untungnya, tidak ada yang terluka, tapi benar-benar momen yang menegangkan dan lucu sekaligus.”
Pihak stasiun televisi yang menayangkan pertandingan langsung membenarkan adanya laporan teknis di beberapa rumah penonton, namun menegaskan bahwa siaran berlangsung normal dan aman. Pihak teknisi menduga kejadian tersebut lebih disebabkan oleh kerusakan perangkat elektronik individu, bukan karena siaran televisi itu sendiri.
Antusiasme Penonton di Stadion
Di Stadion Pakansari, lebih dari 30.000 penonton memadati tribun. Sorak-sorai mengiringi setiap serangan Timnas Indonesia U-22. Bendera merah putih berkibar, yel-yel nasional dikumandangkan, dan teriakan “Garuda Muda!” terdengar hampir tanpa henti.
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Shin Tae-yong, memuji semangat penonton. “Energi dari suporter luar biasa. Ini memberi motivasi besar bagi para pemain,” kata Shin usai pertandingan.
Gol penentu kemenangan pada menit ke-87 membuat stadion pecah dalam sorak sorai, yang kemudian direkam dan dibagikan secara viral di platform media sosial. Banyak warganet menyebut momen tersebut sebagai “salah satu malam paling bersejarah Timnas U-22”.
