LACI BERITA – Sebanyak 299 calon haji asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas terdekat sebagai rangkaian persiapan menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Madiun Bisri Mustofa, di Madiun, Sabtu, mengatakan bahwa tahun 2026 Jawa Timur mendapat kuota sebanyak 42.409 calon haji, sementara Kabupaten Madiun mendapatkan alokasi 299 calon haji dan 80 cadangan.
“Sekitar 60 persen jamaah sudah kami arahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing. Proses ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi tekanan darah, cek laboratorium untuk kadar gula darah, fungsi lemak, fungsi hati, fungsi ginjal, dan tes psikologis berupa wawancara terkait kemampuan beraktivitas sehari-hari atau Activity Daily Living (ADL), serta riwayat penyakit yang pernah dialami.
Ia menambahkan, tahapan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal itu untuk memastikan kesiapan fisik calon haji.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh peserta haji asal Kabupaten Madiun telah memenuhi syarat kesehatan sebelum jadwal pemberangkatan ke Tanah Suci tahun depan.
“Setelah tahap cek kesehatan selesai, kami akan melanjutkan ke proses pembuatan paspor bagi seluruh jamaah,” katanya.
Pihaknya mengimbau jamaah agar menjaga pola hidup sehat, memperbanyak olahraga ringan, serta mengatur pola makan dan istirahat yang cukup. Langkah itu diharapkan bisa menjaga kondisi tubuh tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji
Pemeriksaan kesehatan calon haji merupakan bagian penting dalam rangkaian persiapan ibadah haji. Pasalnya, ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan stamina dan kesehatan fisik yang prima, mengingat pelaksanaan ibadah ini memerlukan kekuatan tubuh dalam melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan di Tanah Suci, seperti Tawaf, Sa’i, dan berdesakan di area Mina dan Arafah.
Dr. Hadi Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini jika ada calon haji yang memiliki penyakit tertentu, seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, atau kondisi kesehatan lain yang dapat mempengaruhi kelancaran ibadah mereka.
“Pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat haji sangat penting untuk memastikan calon haji dalam kondisi prima. Kami akan memberikan rekomendasi medis bagi yang memerlukan perawatan lebih lanjut atau pengobatan khusus. Ini juga untuk mengurangi risiko kesehatan selama di Tanah Suci,” ungkap Dr. Hadi.
